Friday, April 15, 2016



Assalamu’alaykum waromatullohi wabarokaatuh
Amiin ya mujiba sailin subhanakallahuma wabihamdihi subhanallahil Aliyil ‘azim, adda kholqihi warido nafsihi  wazinata arsyihi wa midada kalimatihi, allahuma shali wa wasalim ‘ala rosulillah saw  wa ala ahlihi wa ashabihi wa man tbiahu wa tabiahu ihsani ila yaumiddin,
ikhwah fillah, kembali Allah bahagiankan duduk di majelisnya Allah, Arifin senang sekali didampingi oleh para guru-guru, akhirnya ngak tajuk salah , kenapa ngak takut salah ? karena  kalu Arifin salah kita salah ,ini  guru-guru langsung koreksi, sering banget salah,  langsung ditegur ustad  tadi salah lho, ayatnya yang ini.oh..ya thank.trimaksih, terus jaga, pagari Arifin dengan kritikan dengan nasehat-nasehat ikhwah fillah,



1. Semua pembicaraan harus kebaikan, (QS 4/114, dan QS 23/3), dalam hadits nabi SAW disebutkan:
“Barangsiapa yang beriman pada ALLAH dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau lebih baik diam.” (HR Bukhari Muslim)
2. Berbicara harus jelas dan benar, sebagaimana dalam hadits Aisyah ra:
“Bahwasanya perkataan rasuluLLAH SAW itu selalu jelas sehingga bisa difahami oleh semua yang mendengar.” (HR Abu Daud)
3. Seimbang dan menjauhi berlarut-larutan, berdasarkan sabda nabi SAW:
“Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku nanti di hari Kiamat ialah orang yang banyak bercakap dan berlagak dalam berbicara.” Maka dikatakan: Wahai rasuluLLAH kami telah mengetahui arti ats-tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa makna al-mutafayhiqun? Maka jawab nabi SAW: “Orang2 yang sombong.” (HR Tirmidzi dan dihasankannya)

Thursday, April 14, 2016

PERTANYAAN:
  Ada seseorang yang belum dikaruniai anak. Keadaan Tersebut mempengaruhinya secara kejiwaan. Ia sendiri tidak tahu, apakah isterinya juga merasakan hal yang sama. Ia mengalami berbagai tekanan dari masyarakat sekitarnya, mereka mengolok-oloknya karena belum punya keturunan. Apa nasihat Syaikh dalam hal ini? Semoga Allah memberi balasan kebaikan kepada Syaikh.

Sunday, April 3, 2016

Dalam hidup akan banyak ditemui bermacam jalan. Kadang datar, kadang menurun. Kadang  pula meninggi. Begitu pula dalam perjalanan dakwah. Ada saatnya para Muharrik (orang yang bergerak) menemui jalam yang lurus dan mudah. Namun tidak jarang menjumpai onak dan duri. Hal demikian juga terjadi pada muharrik. Satu saat ia memilikikondisi iman yang tinggi. Di saat lain, iapun dapat mengalami degradasi iman. tabiat manusia memang menggariskan demikian.


Subscribe

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Popular Posts